Kamis, 16 September 2010

M A K A S S A R

= Menjelang Maghrib di Losari =

BENTENG ROTTERDAM

Pada awalnya benteng ini disebut Benteng Jumpandang (Ujung Pandang). Benteng ini merupakan peninggalan sejarah Kesultanan Gowa. Kesultanan ini pernah berjaya sekitar abad ke-17 dengan ibu kota Makassar. Kesultanan ini sebenarnya memiliki 17 buah benteng yang mengitari seluruh ibu kota. Benteng Jumpandang merupakan benteng paling megah diantara benteng benteng lainnya dan keasliannya masih terpelihara hingga kini.

Benteng ini dibangun tahun 1545 oleh Raja Gowa ke-X yang bernama Imanrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung atau Karaeng Tunipalangga Ulaweng. Awalnya bentuk benteng adalah segi empat, seperti halnya arsitektur benteng gaya Portugis. Bahan dasarnya campuran batu dan dan tanah liat yang dibakar hingga kering.
Pada tanggal 9 Agustus 1634, Sultan Gowa ke-XIV (Mangerangi Daeng Manrabbia, dengan gelar Sultan Alauddin) membuat dinding tembok dengan batu padas hitam yang didatangkan dari daerah Maros. Pada tanggal 23 Juni 1635, dibangun lagi dinding tembok kedua dekat pintu gerbang.


=Gerbang Fort Rotterdam, menghadap Teluk Losari-Makassar =

Benteng ini pernah hancur pada masa penjajahan Belanda. Belanda pernah menyerang Kesultanan Gowa yang saat itu dipimpin Sultan Hasanuddin, yaitu antara tahun 1655-1669. Tujuan penyerbuan Belanda adalah untuk menguasai jalur perdagangan rempah-rempah dan memperluas sayap kekuasaan untuk memudahkan mereka membuka jalur ke Banda dan Maluku.

Armada perang Belanda pada waktu itu dipimpin oleh Gubernur Jendral Admiral Cornelis Janszoon Speelman. Selama satu tahun penuh Kesultanan Gowa diserang, serangan ini pula yang mengakibatkan sebagian benteng hancur. Akibat kekalahan ini Sultan Gowa dipaksa untuk menandatangani Perjanjian Bongaya pada tanggal 18 November 1667.
Gubernur Jendral Speelman kemudian membangun kembali benteng yang sebagian hancur dengan model arsitektur Belanda. Bentuk benteng yang tadinya berbentuk segi empat dengan empat bastion, ditambahkan satu bastion lagi di sisi barat. Nama benteng kemudian dinamakan Fort Rotterdam, yang merupakan nama tempat kelahiran Speelman. Sejak saat itu Benteng Fort Rotterdam berfungsi sebagai pusat perdagangan dan penimbunan hasil bumi dan rempah rempah sekaligus pusat pemerintahan Belanda di wilayah Timur Nusantara.

Dinding benteng ini kokoh menjulang setinggi 5 meter dengan tebal dinding sekitar 2 meter, dengan pintu utama berukuran kecil. Jika dilihat dari udara benteng ini berbentuk segi lima seperti penyu yang hendak masuk kedalam pantai. Karena benteng ini bentuknya mirip penyu, kadang juga benteng ini juga dinamakan Benteng Panynyua (Penyu). Benteng ini mempunyai 5 Bastion, yaitu bangunan yang lebih kokoh dan posisinya lebih tinggi di setiap sudut benteng yang biasanya ditempatkan kanon atau meriam di atasnya.

= Komplek dalam benteng yang sekarang digunakan sebagai Kantor Dinas Pariwisata dan Museum =

= Menurut arsip bangunan di atas dahulu adalah gereja bagi para serdadu Kumpeni =



= Ruang tahanan bawah tanah: "Sekarang pengunjung boleh ketawa-ketiwi di dalamnya, tapi dahulu ini merupakan ruang yang menyeramkan" =

Selain melihat benteng serta Museum Lagaligo adalah menjenguk ruang tahanan sempit Pangeran Diponegoro saat dibuang oleh Belanda sejak tertangkap ditanah Jawa. Perang Diponegoro yg berkobar diantara tahun 1825-1830 berakhir dengan dijebaknya Pangeran Diponegoro oleh Belanda saat mengikuti perundingan damai. Pangeran Diponegoro kemudian ditangkap dan dibuang ke Menado, lantas tahun 1834 ia dipindahkan ke Fort Rotterdam.

Dia seorang diri ditempatkan di dalam sebuah sel penjara yang berdinding melengkung dan amat kokoh. Diruang itu ia disedikan sebuah kamar kosong beserta pelengkap hidup lainnya seperti peralatan shalat, alquran, dan tempat tidur. Banyak kemudian yang meyakini bahwa Diponegoro wafat di Makassar, lalu ia dikuburkan disitu juga. Tapi ada pendapat lain mengatakan, mayat Diponegoro tidak ada di Makassar. Begitu ia wafat Belanda memindah ia ketempat rahasia agar tidak memicu letupan diantara pengikut fanatiknya.

Karena letaknya di tengah Kota Makassar, benteng ini mudah diakses, bisa menggunakan taksi, angkutan kota, becak atau fasilitas pengantaran hotel.


TAMAN NASIONAL BANTIMURUNG

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (atau disingkat TN Babul) mempunyai areal seluas ± 43.750 Ha. Secara administrasi pemerintahan, kawasan taman nasional ini terletak di wilayah Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep). Secara geografis areal ini terletak antara 119° 34’ 17” – 119° 55’ 13” Bujur Timur dan antara 4° 42’ 49” – 5° 06’ 42” Lintang Selatan. Secara kewilayahan, batas-batas TN Babul adalah sebagai berikut: Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep, Barru dan Bone, Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone, Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Maros dan Kabupaten Pangkep.

Taman nasional ini ditunjuk menjadi kawasan konservasi kupu-kupu atau taman nasional berdasarkan Keputusan Menteri Kehutanan Nomor : SK.398/Menhut-II/2004 tanggal 18 Oktober 2004. Saat ini dikelola oleh Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung, yang berkedudukan di Bantimurung, Maros, Sulawesi Selatan

= Deretan penjual sovenir berupa kupu-kupu yang telah diawetkan. Bukan berasal dari kupu-kupu hidup yang diawetkan namun dari kupu-kupu yang telah mencapai umur maksimal sehingga mati, kemudian disuntik formalin sehingga tidak membusuk/rusak =

=Air terjun dalam komplek TN Babul, sepanjang DAS di dalam TN dimanfaatkan pengelola sebagai pemandian/kolam renang =

= Pengamen tua tuna netra menyanyikan lagu-lagu daerah gerbang masuk Bantimurung =

= Mejeng di gerbang masuk Bantimurung =

= Narsis dengan latar belakang Replika Phinisi di Bandar Udara Sultan Hasanuddin =

Senin, 28 Juni 2010

Menembus Batas

Menembus Batas: "Regentschap"

Jumat, 11 Juni 2010

SEJARAH SINGKAT PANGKALAN TNI AU WIRASABA

http://www.tni-au.mil.id/content.asp?contentid=6270
http://www.banjoemas.co.cc/2009/05/bandara-wirasaba-1946-1950.html

Tahun 1938 Dibangun oleh Belanda; Tahun 1942-1945 Dikuasai oleh Jepang; Tahun 1945-1947 Dengan bertekuk lututnya Jepang, Pangkalan Udara Wirasaba dikuasai oleh pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang pertama adalah Sersan Mayor Udara Soewarno. Tahun 1947-1950 Setelah Jepang bertekuk lutut, maka Belanda kembali akan merebut RI. dengan tidak adanya pasukan Pertahanan Pangkalan di Pangkalan Udara Wirasaba, maka dengan mudah Pangkalan dikuasai Belanda. Tahun 1950, dengan takluknya Belanda pada waktu itu, maka Pangkalan udara Wirasaba diserahkan kembali kepada Pemerintah RI (TNI AU) dengan Komandan yang kedua (yang menerima penyerahan dari Belanda) adalah Opsir Muda Oedara (OMO) Warim.

Pada bulan Juni 1946 Opsir Udara II H. Sujono bersama KSAU Komodor Udara Suryadi Suryadarma terbang ke Wirasaba (Purwokerto) untuk membuka secara resmi lapangan udara tersebut.
Nama Pangkalan Udara “Wirasaba” diambil dari nama seorang pangeran yaitu Pangeran Wirasaba. Pangeran Wirasaba adalah Bupati Banyumas dan pendiri Daerah Tingkat II Purbalingga yang sangat berkharisma.

Daftar Urutan Nama Komandan Lanud Wirasaba
1. Soewarno SMU 1945 -1947
2. Warim SMU 1950 -1951
3. Soewarto SMU 1951 -1952
4. Purwoatmojo SMU/462371 1952 -1953
5. Edy Suradiman K SMU/470468 1953 -1954
6. Adang Maya Sudirdja SMU 1954 -1956
7. Hadisubroto SMU 1956 -1957
8. Tjachyono SMU 1957 -1957
9. Hadisubroto SMU 1957 -1960
10. Wimbo Saputro Lettu/477570 1960 - 1963 (mbah lik)
11. Ngatidjo Kapten/463634 1963 -1968
12. Soegito Kapten/472722 1968 -1969
13. Moechdiono,Bsc LU I/473222 1969 -1971
14. Soebekti PA Kapten/470851 1971 -1979
15. Choesnan Kapten/499474 1979 ­1981
16. Djoko Sukarno MayorLek/477002 1981 -1984
17. Mardjani Mayor Lek/480569 1984 -1989
18. Edy Supardi Mayor Lek/460985 1989 -1992
19. Amin Suwondo Mayor Psk/500128 1992 -1996
20. Utju Smantri Mayor Psk/500120 1996 -1999
21. Zapanta Boes Letkol Psk/505154 1999 -2001
22. Eko Lutvie, S.IP Mayor Psk/512639 2001 -2003
23. Afrizal Hendra, S.IP Mayor Adm/515584 2003 -2004
24. Dadan Mulyadi Mayor Adm/516387 2004 -2006
25. Syamsunasir, S.Sos, MM Letkol Adm/512470 2006 -2007
26. Era Revianto, ST Mayor Adm/520337 2007 – sekarang


Kamis, 18 Maret 2010

"8"

Selamat Ulang Tahun Nabilah......
15 Maret 2010 khataman Qur'an yang ke-2
17 Maret 2010 ulang tahun yang ke-8

Senin, 01 Februari 2010

B2W - Gowesan Baru ( United Avalanche )



Frame :MTB. 26" Alloy 400 MM intergrated
Fork :Zoom, Susp. fork 26"
C/Wheel :Shimano FC-M151
Brk :Alloy V-Brake
F/Derail :Shimano FD-C051
R/Derail :Shimano RD-TX51
SFT/LVR :Shimano ST-EF60, Alloy Shifter 21 Speeds
RIM :Alloy 26"
F/Wheel :Shimano MF-TZ31

Avalanche XC-72 dipakein behel dapet beli di Lapakeakea-nya Om Bernad (http://lapakkeakea.blogspot.com/)



huahahahaha.....gua tambahin boks Givi eks si "Tiggy" yang lama ngejogrok, ngga kepake......Lumayan dimusim hujan kaya gini ngga usyah pake backpack.....langsung aja semua perlengkapan ke kantor masuk tu kotak.....
Kata anak gua: "Bi....mau nganter pizza lagi Bi?!?!?!"


....waktu masih di pake si Tiggy....



Selasa, 26 Januari 2010

"PPA GASDA"

"PPA GASDA" - Perhimpunan Penggiat Alam Ganesha Muda
Berdiri 29 Mei 1987
Pendiri:
FX BAMBANG KUSTIAWAN EFFENDI P.001.GASDA
AGUNG PAMBUDI P.002.GASDA
BERNANDUS HADIANTO P.003.GASDA
TRI WARDOYO P.004.GASDA

Angkatan VII: ‘Fauna Buana’ (FB)
Diksar di Kalipagu Baturaden pada 1993. Lama pendidikan 3 hari 2 malam dengan pemberian materi dilaksanakan dilapangan. Didampingi UPL Unsoed.

  1. AMAN UDIN WAHYONO G.9307158.FB
  2. ANDRIAN NURSANTO G.9307159.FB
  3. ARIF YUNIAR FAJAR G.9307160.FB http://www.facebook.com/#/arief.toparmy
  4. ARIS SUPRIYANTO G.9307161.FB
  5. ASEP SAFRUDIN G.9307162.FB http://www.facebook.com/?ref=home#/profile.php?id=1173318387&ref=ts
  6. AYU APRILIA G.9307163.FB
  7. BUDI SANTOSA G.9307164.FB
  8. DEDI SUTRISNO G.9307165.FB http://www.facebook.com/?ref=home#/profile.php?id=1487821579&ref=ts
  9. ENI ISNAWATI G.9307166.FB
  10. FIRDAUS TRI NUGROHO G.9307167.FB
  11. FITRI ANDRI LESTARI G.9307168.FB
  12. HADI RAHARJO G.9307169.FB
  13. PURWANI WAHYU WIDIASIH G.9307170.FB
  14. LUJI SUGIARTO G.9307171.FB
  15. RIA SUSIANI UNDIASIH G.9307172.FB
  16. PRASETYO N. D. A. G.9307173.FB
  17. STEFANY SULITIANINGSIH G.9307174.FB
  18. SYAHIDIEN G.9307175.FB http://www.facebook.com/?ref=home#/profile.php?id=1362077922&ref=ts
  19. TOMI YOGA PRASETYO G.9307176.FB
  20. UDI RAHMANTO G.9307177.FB
  21. WILLYARTHO G.9307178.FB http://www.facebook.com/profile.php?id=1416877137&ref=profile
  22. YULI PURWANTINI G.9307179.FB

Gambar diambil dari http://beningbanyubiru.multiply.com/photos/album/

Jumat, 22 Januari 2010

Sepeda Hilang: Comrade XC-72 26"

Kamis, minggu lalu, 14 Januari 2010. Dua malam belakangan hujan rintik tiada henti dari sore sampai pagi. Selesai mandi-subuhan dan sarapan -05.15- kubuka gembokan pintu besi pagar-gerbang depan. Kuamati jalanan: becek-tapi hujan sudah berhenti satu jam yang lalu.

Kemudian bermaksud menyiapkan sepeda aku berbalik badan dan deng! deng!....si Biru Telor Asin tak ada di peraduannya. Setelah terbengong sebentar, kuamati sekitar: tak ada bekas-bekas pelakunya secuilpun. Makanya aku cuma menduga-duga: pelakunya lebih dari satu orang, sepeda diangkat dan disorongkan keluar pagar dengan oleh pelaku pertama kepada pelaku kedua.

Kuingat-ingat, pukul 23.00 semalam, saat hujan agak membesar, aku keluar, memeriksa jalanan depan rumah (sepi+gelap), memeriksa semua kendaraan (mobil, motor & sepeda) lalu menggembok pintu pagar. Ya.... itu adalah rutinitasku tiap malam sebelum pergi tidur. Lampu jalan mati semua, lampu rumah seberang jalan dan sebelah kanan (dipakai buat TK-taman bermain) mati maka kuhidupkan saklar lampu tambahan di sayap kanan teras (tempat motor+sepeda parkir).

Kemudian melanjutkan baca buku nyari bahan buat ngerjain tugas kuliah. Saat jam dinding menunjukkan pukul 00.30 kembali aku keluar dan memeriksa keadaan di luar....hujan tinggal rintik-rintik...sempat terlintas di pikiran "....petugas keamanan pada kemana neh??" Baik satpam RT maupun satpam komplek tak terlihat melintas ataupun terdengar memukul tiang listrik, seperti biasanya.

Kurang lebih pukul 01.00, sebelum tidur, kugeser alarm weaker dari 03.10 ke 04.10.....


Posisi saat hilang persis seperti gambar di atas, tempat dan urutan posisi: motor - alm. comrade - united "jumper"-nya Nabilah dan paling kanan wimcyle "police"-nya si Zaidan (ndak kliatan).
Di teras ngejogrok si Fero-feroza. Yang dibawa si maling ya cuma si Comrade......



Frame :MTB. 26" Alloy 432 MM
Fork :ZOOM, Susp Fork 26"
BB/Parts :Shimano, BB-UN26
C/Wheel :Shimano, FC-M311L
BRK F/R :Promax, Alloy V-Brake
F/R Derail :Shimano FD-M310, RD-M310
SFT/LVR :Shimano ST-EF60 21 Speeds
RIM :Alloy 26"
Free Wheel :Shimano MF-TX07-7
Frame Size : 400
H/T Angle : 71˚
S/T Angle : 73˚
Effective T/T : 566,3
Effective C/S : 435
WH/Base : 1049,8

Kelebihan frame Comrade adalah rem depan belakang upgrade able jadi diskbrake. Karena sudah ada dudukan ulir untuk disk.