Rabu, 12 November 2008

Istriku Bertambah.....! (Tua)

Bulan ini -setiap tahun- istriku berulang tahun. Bagiku momen ber-hariulangtahun bukanlah hal yang istimewa. Tahun lalu saja, hampir aku lupa kalau bukan karena suatu sore Nabilah tiba-tiba ngomong: "Kemarin embah, bude dan bulik pada telpon, ngucapin selamat ulang tahun ke Umi ...."

Nah tahun ini nih....kembali bulan Nopember datang. Hari sabtu malam minggu kemarin, saat aku sedang ngobrol-ngobrol dengan Nabilah -istriku sedang ngeloni Zaidan adiknya Nabilah- dia tanya, "Bi...bi...sekarang bulan Nopember ya bi...?
Sambil sibuk main tetris aku balik tanya, "Emang kenapa ?"
"Kan kalo bulan Nopember Umi ulang tahun Bi..."
"Oiya..terus gimana jawabku datar...."
"Ya ngapain kek Bi, bilang ke Umi biar traktir-traktir"
"Kata siapa kalo ulang tahun traktir-traktir...." tukasku
"Kata Bulik Elin...."
Sebentar aku terdiam, lalu kataku "Ya sana besok tanya umi... ulang tahunnya kan masih besok-besok lagi... akhir bulan"
Dia terdiam, mungkin lagi mikirin kira-kira mau minta traktir apa ke uminya....

Tapi yang jelas bagiku dengan datangnya bulan Nopember berarti istriku bertambah lagi.......(umurnya)


Jumat, 24 Oktober 2008

Gambar dari Udara

Foto diambil saat perjalanan Jakarta-Gorontalo via Makassar. Dari Jakarta pesawat ke Timur melewati G. Ceremai (foto tidak di upload) - G. Slamet dan setelah Sindoro-Sumbing (mungkin di atas Semarang) pesawat miring-berbelok ke kiri menuju Hasanuddin (Makassar).


Puncak Gunung Slamet (Jawa Tengah) menembus awan
Dibawahnya terdapat : Purbalingga, obyek wisata Goa Lawa (Purbalingga), Purwokerto (Kab. Banyumas), obyek wisata Baturraden (Purwokerto), Pemalang, Slawi (Kab. Tegal), Obyek Wisata Pemandian Air Panas Guci (Tegal), Bumiayu (Kab. Brebes).


Gunung Sindoro & Sumbing Jawa Tengah
Diantara keduanya adalah jalan raya Wonosobo-Temanggung (Kledung). Jalan ini merupakan jalur tengah Purwokerto-Purbalingga-Banjarnegara-Wonosobo-Parakan-Temanggung-Ambarawa-Semarang.

Peta Jawa Tengah

Senin, 06 Oktober 2008

HAMPIR SAJA....!!


Ba'da Isya Rabu 24 September 2008 pulang dari Mataram - NTB. Besoknya - Kamis - tetep ngantor, maklum hari-hari terakhir Ramadan biasanya ada yang ditunggu, apalagi kalo bukan THR.

Sebentar siang di kantor sekitar pukul 10 ada telpon dari rumah, istri bilang Nabilah bangun tidur berasa demam. Hari ini Nabilah mulai libur sekolah menjelang Idul Fitri. Disuruh putus puasanya ngga mau. Memang dari hari pertama puasa sampai hari ke-25 ini puasanya belum pernah putus. Setelah dibujuk-bujuk akhirnya putus lalu minum tempra-turun panas. Saat aku pulang kondisi nabilah sudah normal, main-main di teras dengan adiknya di teras rumah.

Sorenya, setelah maghrib -malam Jumat- sekeluarga kami berpamitan ke Pak RT, kalau kami mau pulang kampung malam Sabtu atau Sabtu pagi. Menjelang aku ajak Nabilah sholat Isya, sebelum berjamaah dia bilang, "Bi aku sholat Isya aja ya ngantuk..." Aku jawab, "Ya udah nanti terus tidur, istirahat."Setelah salam, kembali Nabilah bilang, "Bi aku pake slimut ya... Dingin banget nih...."Aku heran biasanya dia paling ngga mau tidur pake selimut, apalagi minggu-minggu nampaknya panasnya musim kemarau sudah di atas normal. Aku hampiri, kupegang dahi kemudian lehernya, "Walah panas gini lho.... " Kupanggil istriku yang sedang ngeloni Zaidan untuk memastikan, "Iya nih Bi... dianter ke dokter saja sana... mumpung masih jam segini"

Kutengok jam dinding.....19.45...."Ya udah Abi mau tarawih dulu, Umi siapin Nabilah, pake jaket, kaos kaki...."
Singkat kata, aku berdua Nabilah dengan naik si Katty, tiba di tempat praktek dr. Rita, depan POM bensin lama Mangunjaya, sekitar pukul 20.30. Antri, setelah 2 orang pasien berlalu giliran kami dipanggil. Periksa punya periksa analisa dokter adalah : tenggorokan merah berarti radang, ada sedikit batuk dan pilek. Saat aku tanya, "Dok perutnya kok terasa panas ya dok...."

Kata dokter, "Iya...ini kalo nanti radangnya tidak mereda bisa sampai ke perut/lambung maka jadi typus..." Biasa sambil memberi wejangan (jangan makan ini jangan minum ini dll) ke anakku tangannya mencorat-coret resep hingga jadilah obat. Ada 5-7 macam obat kalo ngga salah....

Sampai di rumah kusampaikan apa yang dipesankan dokter pada istriku yang sedang melepas jaket dan mengganti baju tidur Nabilah. Omonganku terhenti saat istriku memotong, "Lho! Bi ini di dada dan perut kok pada mlenting kaya cacar air...." Aku mendekat - kuperhatikan, "Iya...ya tadi pas diperiksa pake stetoskop kan dada sama perutnya dibuka kayanya belum ada deh... Ya udah Mi coba telpon dokternya sana, itu di kartu periksa kan ada nomornya, mudah-mudahan belum tutup...."

Selesai menelpon kata istriku, dokternya nyuruh anaknya dibawa lagi kesana......

Kukeluarkan kembali si Katty yang telah masuk ke peraduannya. Masuk ruang praktek lagi (pukul 20.30) dokter Rita menanti dengan muka yang agak masam..... Tanpa basa basi lagi dia memeriksa anakku... periksa sana-sini, lihat sana-sini.... mulai keluar pesan-pesannya sbb :
  1. "Ini saya kasih anti virus yang bagus yaa (Acyclovir 400 mg) dan ada 5-6 jenis obat lainnya.... untuk 6 hari, minum sampai habis. Harusnya setelah habis kontrol tapi ini dua hari lagi mulai libur sampai tanggal 7 Oktober, mudah-mudahan setelah 6 hari sudah mendingan......"
  2. "Tetap mandi biar bersih dan tidak infeksi (sabunnya diganti dengan phisohex-cair), dibedakin (salicyl) biar ngga basah, lembab karena keringat. Kalo infeksi jadi koreng lama sembuhnya..."
  3. Makan minum yang bergizi.
  4. Istirahat total, ngga main-main dulu dan kena angin.
  5. Di rumah ada yang belum pernah kena cacar...? Jangan dekat-dekat dulu, ini sangat menular...
  6. dan bla...bla...bla....
**********

Alhasil disisa hari-hari menjelang berakhirnya bulan Ramadan, saat kebanyakan orang menyiapkan segala sesuatu bekal pulang kampung - bagi yang mudik - dan hidangan spesial untuk tetamu sanak famili - bagi yang tak pulang kampung - maka kami - aku dan istriku - justru sedang kalang kabut belanja menimbun bahan makanan (untuk kurang lebih stok 2 minggu) dan air mineral galon. Bagaimana ndak kalang kabut....awal Ramadan yang juga awal bulan September lalu - masih kuingat istriku tersenyum mantap sesaat setelah pulang belanja bulanan. Kala itu katanya dengan gaya nyengirnya yang khas, "Bi...ini stok sebulan - Insya Alloh - awal bulan depan ini nih... kan Idul Fitri, kita pulang kampung....jadi persediaan paling sisa dikit, di-pas-in saat kita nanti pulang balik dari kampung.....oke kan..!!!"
Waktu itu aku hanya manggut-manggut saja sambil mengelus-elus jenggot tanda mengiyakan.

Tapi apa yang terjadi di hari-hari menjelang lebaran ini sungguh bukan seperti yang kami perkirakan. Persediaan makanan sudah tipis, harga-harga sudah melambung tinggi (maklum menjelang lebaran), toko/pedagang kebutuhan sudah meng-ultimatum kapan mereka akan segera tutup karena pemilik maupun karyawannya akan segera libur lebaran. Tukang sayur keliling (yang kebanyakan orang-orang Wonogiri-Jateng) maupun di pasar tradisional juga sudah ancang-ancang libur. Jumat malam 26 September, satu persatu tetangga berangkat pulang kampung. Istriku pontang-panting hunting galon ke tetangga yang pulang kampung - sukses !!! lima galon air berhasil dipinjam - 3 galon langsung ditukar dengan air mineral merk Aqua di agen sebelah rumah. Dua galon lagi untuk air isi ulang keperluan memasak diisi di depot air isi ulang. Pengalaman dua lebaran tidak pulang kampung memberi pelajaran pada kami bahwa stok yang susah dicari adalah : bahan makanan basah (sayur, daging, telur) dan air mineral. Karena praktis satu minggu sebelum dan setelah lebaran agen-agen besar/distributor sudah tidak mengirim stok lagi ke toko/agen-agen kecil di pemukiman. Libur.

Sementara kami sibuk menimbun makanan mirip tupai mau musim salju, anakku Nabilah terkurung di kamarnya. Adiknya, sebentar-sebentar mencuri-curi lihat (ngintip) ketika pintu kamar kakaknya terbuka saat istriku atau aku (kami berdua saat seumuran Nabilah sudah pernah "kena" cacar air) keluar-masuk merawat kakaknya. Bosan dan kesepian. Mereka sama-sama bosan dan kesepian main sendiri-sendiri. Soalnya, biasanya di hari libur seperti ini waktu mereka habis untuk bermain, bercanda dan kadang-kadang ber-antem - ledek-ledekan -ramai. Aku dan istriku kasihan juga sebenarnya melihat dua bocah itu. Tapi mau pegimana lagi daripada adiknya ketularan. Seperti cerita teman sekantor yang tinggal di blok sebelah, sebulan sebelum bulan puasa. Awalnya anak pertamanya kena cacar, tertular temannya di sekolah. Jarak beberapa hari adiknya yang belum sekolah. Giliran anak-anaknya sudah mo sembuh, ibu-bapaknya yang dapat "jatah" cacar.....

**************

Selasa malam, 30 September 2008.
Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar !!!
Laa ilaaha illallahu Allahu Akbar…
Allahu Akbar Walillahilhamd...
Suara bedug bertalu-talu, gema takbir, tahlil dan tahmid bersahutan. Sore selepas Isya, zakat Fitrah sudah kusetor ke amil panitia zakat di masjid komplek - Masjid Daarul Khairat Taman Raya Bekasi.

Gerah sehabis berbuka puasa hari terakhir Ramadan tahun ini terasa syahdu di kalbu. Suhu tinggi di ujung musim kemarau ini benar-benar menggigit. Siang terik, malam gerah. Tak ada angin meski di luar rumah. Suara takbir yang membuatku agak terlena dari hawa panas ini. Di teras rumah kopi dan Malboro menemaniku, jalanan depan rumah sepi. Dalam hati aku bergumam, monolog, "Rupanya lebaran tahun ini akan lebih sepi dari dua tahun berturut-turut. Iyalah....perekonomian sedikit membaik, perusahaan menggenjot produksinya, keuntungan naik, karyawannya dapat lemburan setahun ini, THR lebih daripada tahun lalu, daya beli masyarakat naik, transaksi perdagangan naik, masing-masing pihak dapat untung (sing rugi kucing = bubar ngising diurugi) pada akhirnya orang-orang punya tabungan untuk pulang kampung tahun ini.
Ayem. Bisa pulang kampung ketemu-sungkem dengan orang tua, silaturahmi dengan sedulur-sanak saudara. Trenyuh.

Satu hisapan terakhir Malboro-ku, bangun dari monolog-ku: 22.00 wib. Masuk ke rumah ke dalam senthong anakku, tertidur pulas ia. Kuraba leher dan dahinya. Sudah tak ada demam lagi sejak cacarnya keluar penuh. Kuperiksa sekujur tubuhnya, terlihat menghitam - mulai mengering gelembung-gelembung cacarnya.
Beralih ke kamar sebelah. Istriku baru selesai ngasih susu botol ke Zaidan. Kami berbincang. "Coba telpon Bulik Semi lagi, tanya kalo udah kering bisa dibawa "jalan" ngga Nabilah."
(Tadi sore ba'da Ashar antibiotik (Acyclovir) terakhir akan segera habis, istriku telpon ke Bulik Semi yang apoteker minta pendapat. Kata beliau, "Beli saja lagi untuk enam hari..." Jadi tadi sore aku grubag-grubug nyari apotik yang masih buka. Alkhamdulillah dapet.)
Sehabis telpon istriku bilang, "Bisa...bisa diajak jalan. Asal badannya dibedakin rata biar ngga gerah - berkeringat di perjalan..."
"Siapkan perlengkapan secukupnya, untuk satu minggu, setelah sholat Ied kita pulang kampung!!................."

Willy Artho sekeluarga mengucapkan:
Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon maaf lahir batin

WILLY ARTHO & KELUARGA MENGUCAPKAN :

"SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
1 SYAWAL 1429 H
MINAL AIDZIN WAL FAIZIN
MOHON MAAF LAHIR & BATIN"

Senin, 15 September 2008

Perjalanan


Benteng Kuto Besak - Palembang

Jembatan Sungai Musi


Museum Mulawarman - Kutai Kartanegara

Islamic Center - Senja di Tepi Mahakam - Samarinda

Pulau Kumala dengan Lembu Swana sebagai maskotnya di tengah

Sungai Mahakam - Tenggarong - KuKar


Bandara Pattimura

Pelabuhan ferry - Kota Ambon

Di atas ferry - Teluk Ambon

Ada Walrus disebelah

Jembatan Musi di Malam Hari

Pakeliran - "Ketika Waktu Tak Terasa Berjalan"



Umi Eni Kun Wuryani - Ahmad Zaidan Nabil (duduk dipangku) - Salma Alif Nabilah - Abi Willy Artho

Nabilah - Zaidan

>>>>> Salma Alif Nabilah ( Purwokerto 17 Maret 2002 )



Nabilah saat 3 tahun

Anak pertama Salma Alif Nabilah. Perempuan. Nama panggilannya Nabilah. Lahir di Purwokerto 17 Maret 2002.



Nabilah punya Ade' (5 hari setelah persalinan)


>>>>> Ahmad Zaidan Nabil (Bekasi 20 September 2006)


7 hari setelah kelahiran, aqiqah anak k-2 Ahmad Zaidan Nabil

Ahmad Zaidan Nabil. Laki-laki. Lahir di Tambun - Bekasi tanggal 20 September 2006 tiga hari sebelum Ramadhan, kala aku sedang di Pekanbaru selama tiga hari.....



Usia 5 Bulan - Februari 2007

Jakarta, Tangerang, Bekasi sedang banjir besar... Hujan tiap hari, cucian popok ndak kering-kering, komplek perumahan sebelah (Graha Prima) air sudah se-atap. Alhamdulillah komplek kita aman.....


Ulang tahun ke-1.
Dapet hadiah mobil(mobilan) dari Bude Enk - Pakde Cung



18 bulan

>>>> Lomba TKIT se-Jabodetabek di Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol - 17 Maret 2008. Sekalian jalan-jalan pas ulang tahun Kakak Nabilah ke-6


Jadi Imam Lomba Sholat



Jalan-jalan ke Ancol nemenin kakak ikut Lomba pada festival TKIT se-Jabotabek

>>>> Perpisahan TKIT Insan Tarbawi di Situ Gintung - Ciputat



Perpisahan TKIT Insan Tarbawi diisi dengan outbound


>>>>> Foto Keluarga


Suatu sore di teras rumah

>>>>>TMII - Liburan Sekolah

Ngaso.....

Di dalam gondola/kereta gantung

Rumah kami :

Taman Raya Blok i 5 No. 10

Mangunjaya - Tambun Selatan - Bekasi



Selasa, 09 September 2008

** Kami Juaraaaaa !! **

(----Berita Telat Agustus-an----)
Pertandingan bola lapangan gede Agustus-an tahun ini ndak dipertandingkan, alasannya tiga tahun berturut-turut jadi biang keributan antar RT. Taon lalu (2007-red) RT 10, RT-ku memang sudah ngga ngikutin cabang ini. Bukan karena takut ribut -dari tahun ke tahun kalo aku perhatiin tim RT-kulah yang aku nilai paling fair play- tapi karena susahnya ngumpulin orang/pemain saat hari H pertandingan. Yang hobby dan bisa main bola banyak sebetulnya, cukuplah satu tim -11 plus cadangan- tapi ya itu masalahnya saat jadwalnya main nyari 5 orang saja susahnya minta ampun...
Nah... tahun ini nih bola lapangan gede kaga' ada yang ada futsal. Kebeneran nih, aku hitung-hitung ada barang 5 orang lebih pemain....under 18 lagi... : Umbu, Ari, Novry, Eko, Yono (tukang jahit), cadangan : Madon (adiknya Eko), Fikri, Ryan, yang senior (+30) Audy, Agus...... Aku sendiri posisi kiper.
Babak penyisihan empat kali main :
  1. Pertandingan pertama lawan RT 01 seri 0-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol tapi hasilnya nihil......
  2. Pertandingan kedua kontra RT 02 menang 2-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol yang kesampaian 2 gol.
  3. Pertandingan ketiga lawan RT 05 (tim kuat favorit juara kata penonton) seri 0-0. Memang imbang sama-sama punya peluang bikin gol. Dua peluang yang paling bersih dari tim lawan aku blok dengan gemilang.......
  4. Pertandingan keempat lawan RT 04. Tegang. Tiga tim masih punya kesempatan lolos penyisihan grup, paling besar peluang RT 05. Kami harus menang, seri berarti tidak lolos. RT 04 calon lawan sudah pasti masuk kotak, tapi mereka ngotot ingin menang karena dari tiga pertandingan sebelumnya mereka belum pernah menang. Sementara Aku pulang kampung bapak mertua sakit keras.......Syukur karena kemenangan ada di pihak kami 5-1. Kata anak-anak babak pertama ketinggalan 0-1. Baru pertengahan babak kedua gawang lawan hujan gol....

Jadilah kami runner-up grup, lawan berat menanti di semi final juara grup A: RT 08 yang bermaterikan pemain muda dan senior berimbang. Mereka adalah unggulan pertama menurut para pengamat bola di RW kami, juara 3 tahun berturut-turut cabang bola kaki. Tidak ada yang mengunggulkan kami, anak-anak RT 10... sampai warga RT 10 sekali pun ragu akan peluang kami lolos ke final. Sampai malam sebelum pertandingan pak RT nanya : "Bagaimana besok???....yaaa yang penting juara III sudah di tangan lah...." katanya pesimis

Dalam hati kujawab, "Yaaa juara III.... juara dong!!!" tapi yang keluar dari mulutku: "Lihat saja besok 'Te... Kalo teknik sih kagak kalah... malah kalo stamina kita menang dikit kali, cuma kalo mental bertanding kayaknya yang harus di benahin. Tapi tenang besok pasti saya motivasi mereka..."

Bener juga kami bisa lolos, menang 2-0. Peluang gol banyak di pihak lawan, apalagi babak kedua, tapi semua mentah di tangan dan kakiku (hahahahaha....) semua tim yang ikut nonton ngga percaya kami menang.

Saat final mental kami sudah di atas angin. Memang RT 07 -lawan kami- juga tidak dapat dipandang enteng. Cuma karena tekanan di fase semi final yang berhasil kami lewati membuat kami merasa di atas lawan. RT 07 bermaterikan anak-anak muda, teknik dan staminanya bagus ditambah lumayan cerdik bin licik (tricky) suka diving dan curang kalo dalam posisi ketinggalan/terdesak. Justru hal terakhir inilah yang coba aku manfaatkan.

Benar juga. Pertandingan final menjadi pertandingan terberat diantara pertandingan-pertandingan sebelumnya. Teknik, stamina, emosi semua terkuras. Sebelum pertandingan saya bilang ke anak-anak, "Pancing mereka main cepat dan bola-bola kejut !!". Menit ke-2 gol sudah tercipta, tendangan keras jarak jauh mas Yono dari rusuk kanan luar pertahanan lawan. Sayang dianulir wasit setelah mendapat protes dari tim lawan karena dianggap 'cuma' kena mistar gawang. Padahal semua penonton bilang bola masuk kena jaring sebelah atas trus mental keluar. Aku bilang nggak papa terusin..... Dalam hati kubilang lawan mulai terpancing nih.

Permainan kami yang cepat dengan bola-bola kejut membuat lawan banyak membuat tekel keras dan main kotor. Hingga saat pertengahan babak pertama kami dapat hadiah pinalty karena akumulasi pelanggaran lawan sudah lima kali. Eksekusi Eko tembus. Dua menit kemudian gol tercipta lagi dari assist bola lemparan kiper disentuh dikit dengan kepala oleh Eko. Saat injury time gawangku kebobolan -untuk yang pertama kalinya selama turnamen berlangsung-.

Babak kedua dimulai, kedudukan 2-1, kami ditekan habis-habisan, dalam hati aku berkata, "Haahaha biar serang trus sampai habis, kedudukan tidak akan berubah...."

Akhirnya RT 10 jadi juga kampiun bola taun ini. Obat penawar kegagalan kami 3 tahun yang lalu saat dikalahkan adu pinalti di final bola lapangan gede oleh RT 08.......saat tendangan bebas setengah lapanganku dianulir wasit di babak pertama kala itu..............

Senin, 01 September 2008

Ramadan 1429 H

Senin 1 Ramadan 1429 H/1 September 2008 M -- 03.30 BBWI

Makan sahur hari pertama Ramadan tahun ini. Nabilah sudah dari malam Minggu tidak bisa tidur nyenyak. Kata Uminya, dia kepikiran terus, sudah ndak sabar mau makan sahur. Ramadan tahun lalu, waktu masih duduk di TK B, ada kali 15 hari lebih dia puasa beneran dari Subuh sampai Megrib.
Zaidan juga sudah bangun, dia cuma tidur-tiduran goler-goleran di karpet sambil nonton TV. Belum mudeng, sambil merhatiin kami makan, mungkin dalam pikirannya bertanya, "Nih orang pada ngapain malem-malem bangun tidur terus pada makan....ngigo kali yaaa ?? Tapi kalo ngigo, koq bareng-bareng...."

*************
>>> Sebelumnya......

Pulang dari sholat Maghrib di masjid, kami (Aku, Nabilah dan Zaidan) ngambil sate pesenan Umi. Tadi sore, sehabis hujan bada' Ashar, istriku muter-muter nyari lauk buat makan sahur besok pagi. Dua warung Padang deket rumah diketahui tutup, ayam goreng dan pecel lele Lamongan tutup juga, yang jualan cuma tukang sate. Itupun yang beli antrinya minta ampun.....banyak.

Sampai di rumah, istriku tanya, "Bi mau sholat Tarawih dimana abinya...?"
"Tau nih.... di rumah aja kali. Kalo sendirian sih pengennya di masjid tapi kalo anak-anak ikut, lelet....repot, takutnya nggak kebagian tempat yang enak. Biasanya Tarawih pertama kan jamaahnya sampai luber-luber sampai di halaman dan jalanan. Habis hujan lagi... becek !!!!" jawabku dari teras depan sambil ngopi dan ngisep Marlboro menthol ligth-ku.
Di jalanan depan rumah anak-anak besar-kecil ramai berbondong-bondong pergi ke masjid, sesekali satu dua orang anak lelaki menyulut petasan lalu melemparkannya ke rombongan anak perempuan, disusul jeritan dan tunggang langgangnya rombongan itu......

>>> Sholat Tarawih pertama kami gagal di masjid (Gara-gara Zaidan terlambat siap-siap)

Adzan panggilan sholat Isya sudah selesai dikumandangkan, saat Zaidan baru siap-siap : pipis, pake pampers dan celana panjang, pake acara bercanda lagi. Alhasil saat iqomah terdengar kami - Aku, Nabilah dan Zaidan (Umi tarawih di rumah katanya)- berboncengan motor, baru start dari rumah. Dari jauh sudah kelihatan shaf perempuan luber sampai halaman belakang masjid, motor kubelokkan ke jalanan samping masjid. Sayap kanan. Ternyata juga digunakan oleh ibu-ibu/perempuan. Mengitari jalanan depan masjid, kubelokkan ke kiri, jalanan di sayap kiri masjid penuh jamaah laki-laki, sementara suara Imam terdengar dari Toa sedang mengumandangkan bacaan surat : "Alam Nasrah laka sodrok.........", rakaat pertama sholat Isya. Di boncengan belakang Nabilah sudah ribut saja, "Bi koq cuma muter-muter doang!! ayo turun...."
Zaidan yang mbonceng di depan, ketawa-tawa kesenengan karena aku naik motor dengan terburu, berbelok-belok.....dasar anak-anak.......
Pertanyaan Nabilah kujawab sambil memutar balik kendaraan, "Kak...nggak kebagian tempat kak...pulang saja, kita Terawih di rumah....."

Kamis, 31 Juli 2008

"Pulang Mendadak"

Jumat, 25 Juli 2008 sekitar pukul 10.00, sebelum sholat Jumat. Uminya Nabilah telpon katanya kondisi Mbah Kakung tidak kunjung membaik. Hasil laboraturium pertama, 21 Juli, indikasinya ke arah tekanan darah yang naik turun cenderung naik, gula darah tinggi, kolesterol dan gangguan pencernaan. Dari hasil tersebut 3 hari bapak rawat inap. Kamis pulang tak kunjung membaik, hingga akhirnya datang telpon dari kakak-kakak dan adik-adik iparku kalau bapak bilang pengin ketemu dengan anakku Nabilah.

Jumat malam dalam pikiranku sudah ada skenario istri dan anak-anak besok pagi aku anter ke Stasiun Jatinegara, pulang ke Purbalingga naik Purwojaya via Purwokerto, aku tidak ikut. Tapi setelah aku sampaikan, Umi menolak, katanya mending naik travel, Sabtu sore, langsung sampai tujuan. Kalo naik kereta di Purwokerto ngga ada yang njemput.

Aku tengok jam dinding : 21.30. Terlintas obrolan dengan teman kemarin siang kalo katanya Rabu libur, tanggal merah Isra Mi'raj. Kulihat kalender - bener juga ....... Kuambil LA menthol-ku..... Saya bilang ke istri pokoknya siapkan saja segala perlengkapan anak-anak, saya mau keluar dulu, nemuin Pak RT dan anak-anak bola yang akan main Minggu sore.

22.30 pulang dari RT. Aku lihat tas baju besar sudah siap, juga tas perbekalan/perlengkapan susu, makanan kecil. Aku siapin Eiger-ku, oblong 2 lembar. celana pendek satu, kemeja satu daleman 5 set. Ngga bisa tidur sampai pukul 01.45 Sabtu dinihari.

Adzan Subuh, aku bangunin istri. Saya bilang siapin anak-anak, mandi-sarapan, jangan sampai lebih dari pukul 07.00, kita pulang naik si Katy - Katana.
Akhirnya 07.30 lepas dari rumah. 08.00 persis masuk gerbang tol Tambun. Zaidan happy-happy saja, ndak tau kita mau kemana. Nabilah yang nanya, "Bi...kita berangkat dari stasiun kereta mana bi..." Habis nganter nanti abi pulang...." Aku iyain saja. Sampai saat keluar tol Cikampek baru dia tau "Ah ini mah abi ikut pulang....ini kan jalan kalo mau pulang kampung...." Tahu dia.......

Sepanjang pantura yang membosankan anak pertamaku, Nabilah, bolak balik tanya sudah dekat apa belum, masih lama apa ngga. Zaidan molor terus, bangun paling kalo mobil berhenti karena istirahat.
Jidatnya kejedot tiang teras rumah embah...besoknya jadi kaya' bisulan

18.30 sampai rumah mertoku. Istirahat 2 kali isi bensin 2 kali. Setengah jam setel platina di Bumiayu. Aku ambil jalur pantura, jalur utama, Brebes-Tegal-Slawi-Bumiayu-Purwokerto. Masuk Purwokerto kususuri jalan-jalan yang dulu sangat familier dengan perjalanan memori semasa kuliah. Dari arah Karanglewas perlintasan Sta-KA belok kiri ke arah stasiun terus Pasar Manis - gedung Suteja - lampu merah belok kiri - RSU lama - lampu merah belok kanan - DR Angka lewat depan mbah Sur (mbah jenggot) - Dynasti diskotek - lampu merah belok kiri - terus naik lewat depan UNSOED rektorat - (penuh warung tenda rupanya kalo malam sekarang) - pertigaan Jl. Kampus belok kanan lewat samping FISIP - Lapangan bola dan balai desa Grendeng - terus tembus (Pa)buaran - Tambaksogra - perbatasan Purwokerto Purbalingga - Padamara - Karangsentul - depan SMAN 1 - masuk Purbalingga dari arah barat......

Si Katy - yang membawa kami nengok mbah kakung

Selepas Isya DR Subhan datang, dokter yang S2 dan S3-nya di Jerman dengan spesialisasi pengobatan herbal. Setelah ngobrol sebentar bapak di terapi. Terapi (tenaga dalam-bioelektrik) pertama sejak bapak memutuskan melakukan pengobatan dengan pengobatan herbal atas saran paklik Zaenal (adik bungsu bapak). Selanjutnya Minggu, Senin dan terakhir Selasa aku antar bapak bolak-balik Purbalingga-Purwokerto untuk terapi. Dokter Subhan asli Sokaraja Banyumas, tinggal di Perumahan Dukuhwaluh, belakang Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP). Dokter, dosen dan peneliti pengobatan herbal, 3 bulan sekali bolak balik Indonesia-Jerman.

****
Malam Selasa menginap di rumah di Jl. Ketuhu No. 11 yang sekarang menjadi rumah dan ditinggali adikku, dua anak perempuannya (keponakanku) dan ibuku. Rumah ibuku - di sebelahnya - sekarang jadi kos-kosan, penuh anak-anak sekolah dan karyawan. Setelah anak-anak tidur, aku menyelinap keluar, ku-starter Katty, makan Mie Ayam Comal-nya Pak Saryadi di Jl. Walik. Dari situ pelan-pelan Katty kubawa menyusuri deretan warung tenda di Jl. AW Sumarmo, depan Dinas Perikanan dan Peternakan, 100 m dari rumah. Nongkrong di deretan warung tenda yang sebagian pemiliknya adalah beberapa teman masa kecilku.

Ketemu dengan beberapa teman masa kecilku. Tidak banyak yang berubah, hanya yang pasti usia kami sudah mulai masuk kepala tiga. Malam merambat pagi. Dinginnya udara musim kemarau menusuk tulang. Jangankan untukku yang sudah 8 tahun terbiasa dengan panasnya Bekasi, teman-teman Purbalingga-ku saja kedinginan.
Pukul 02.00 aku pulang, masuk kamar, kulihat anakku Nabilah ngompol. Kedinginan rupanya, padahal dari usia 2 tahun dia sudah tidak lagi mengompol.

****
Rabu pagi 06.00 tepat, start dari Purbalingga. Aku ambil jalur alternatif Purbalingga - Tegal via Pemalang. Melintasi pegunungan di bawah kaki Gunung Slamet. Pikirku sekalian tes mesin si Katy. AC aku matiin, jendela aku buka, udara dingin pagi pegunungan menyeruak masuk. Segar. Alkhamdulillah tanjakan dilewati dengan mulus. Temperatur mesin stabil di posisi seperempat. Dengan senyum terkulum aku bergumam, "Bandel juga ini mesin..."


Istirahat tempat istirahat setelah pintu masuk tol Cikampek : sholat-makan-pipis-ngopi-ngrokok

14.25 Sampai di rumah, Taman Raya Blok i 5/10 Tambun - Bekasi. Istirahat 2 kali isi bensin 2 kali.

Rabu, 23 Juli 2008

Banyak Monyet & Anjing di Perlintasan KA Tambun

Setiap melintas di pintu perlintasan kereta api (KA) Tambun kesemrawutan menjadi makanan sehari-hari. Pada jam-jam sibuk antara pukul 05.30-08.00 atau 16.30-20.00 ritual ini semakin menjadi-jadi. Mungkin dari banyak perlintasan KA yang pernah aku lewati disinilah yang paling brengsek (maaf) .

Perlintasan terdiri dari 4 jalur rel (spoor). Banyak memang karena pintu perlintasan terletak persis jalur lintasan Stasiun KA Tambun. Sebetulnya biasa saja, sebagaimana perlintasan-perlintasan lain yang berada di dekat/wilayah stasiun KA. Kesemrawutan terjadi ”mungkin” karena lebih pada perilaku para pengguna jalannya. Yang paling sering dituding biang keroknya adalah angkot dan pengendara motor/ojek. Dan memang dua kelompok pengguna jalan inilah yang paling sering terlihat saling berebut jalan.

Sehingga tidak heran pada jam-jam sibuk tersebut di atas kita akan melihat pemandangan sangat tidak menghibur... ya karena jalanan berubah menjadi panggung sirkus !!!!
Ada banyak sekali anjing dan monyet mengendarai/mengemudikan mobil dan motor berebut jalanan sambil sikut kanan-kiri, saling sodok, siapa galak dia dapat lewat duluan. Dan yang lebih mengherankan di antara mereka saling bercakap-cakap dengan bahasa manusia !!!

Simak percakapan mereka :

Sopir angkot : ”Villa...! Villa...! Villa...!”
Pengendara motor/ojek : ”Woi....anjing jalan woi !! macet nih....!!”
Sopir angkot : ”Monyet lu !! Mau jadi jagoan lu... belum dapet penumpang nih... goblok!”
Pengendara motor/ojek : ”Dasar ngga punya otak !! di rel ngetem..........”

Jadi mohon kepada aparat terkait untuk kiranya menertibkan para anjing dan monyet yang berkeliaran di perlintasan KA Tambun khususnya dan jalanan pada umumnya

Jumat, 18 Juli 2008

Suzuki Katana '93 - DIJUAL ( Sudah Terjual !!!!)





Alkhamdulillah sudah terjual.....
Mesin : Standar 1000 cc (970 cc) ; Bensin ; 6 speed (5 maju, 1 mundur) ; 4x2 (roda belakang)
konsumsi BBM 1 : 12-14

Belum power steering, body kaleng, cat warna biru orisinil, interior orisinil jok belakang hadap depan, roda : 4 + 1 serep (velk racing excel 4x4), AC Denso (tidak begitu mumpuni sesuai kapasitas mesin), radio/tape ada, lampu nyala semua termasuk satu lampu interior

Pajak bulan Maret (Kota Bekasi)
Penawaran : Rp 34 jt (nego)

Berminat ???? Hubungi : Willy Artho di 08164281321
Blok i 5 no. 10 Taman Raya - Tambun - Bekasi