Senin, 15 September 2008

Perjalanan


Benteng Kuto Besak - Palembang

Jembatan Sungai Musi


Museum Mulawarman - Kutai Kartanegara

Islamic Center - Senja di Tepi Mahakam - Samarinda

Pulau Kumala dengan Lembu Swana sebagai maskotnya di tengah

Sungai Mahakam - Tenggarong - KuKar


Bandara Pattimura

Pelabuhan ferry - Kota Ambon

Di atas ferry - Teluk Ambon

Ada Walrus disebelah

Jembatan Musi di Malam Hari

Pakeliran - "Ketika Waktu Tak Terasa Berjalan"



Umi Eni Kun Wuryani - Ahmad Zaidan Nabil (duduk dipangku) - Salma Alif Nabilah - Abi Willy Artho

Nabilah - Zaidan

>>>>> Salma Alif Nabilah ( Purwokerto 17 Maret 2002 )



Nabilah saat 3 tahun

Anak pertama Salma Alif Nabilah. Perempuan. Nama panggilannya Nabilah. Lahir di Purwokerto 17 Maret 2002.



Nabilah punya Ade' (5 hari setelah persalinan)


>>>>> Ahmad Zaidan Nabil (Bekasi 20 September 2006)


7 hari setelah kelahiran, aqiqah anak k-2 Ahmad Zaidan Nabil

Ahmad Zaidan Nabil. Laki-laki. Lahir di Tambun - Bekasi tanggal 20 September 2006 tiga hari sebelum Ramadhan, kala aku sedang di Pekanbaru selama tiga hari.....



Usia 5 Bulan - Februari 2007

Jakarta, Tangerang, Bekasi sedang banjir besar... Hujan tiap hari, cucian popok ndak kering-kering, komplek perumahan sebelah (Graha Prima) air sudah se-atap. Alhamdulillah komplek kita aman.....


Ulang tahun ke-1.
Dapet hadiah mobil(mobilan) dari Bude Enk - Pakde Cung



18 bulan

>>>> Lomba TKIT se-Jabodetabek di Pantai Festival Taman Impian Jaya Ancol - 17 Maret 2008. Sekalian jalan-jalan pas ulang tahun Kakak Nabilah ke-6


Jadi Imam Lomba Sholat



Jalan-jalan ke Ancol nemenin kakak ikut Lomba pada festival TKIT se-Jabotabek

>>>> Perpisahan TKIT Insan Tarbawi di Situ Gintung - Ciputat



Perpisahan TKIT Insan Tarbawi diisi dengan outbound


>>>>> Foto Keluarga


Suatu sore di teras rumah

>>>>>TMII - Liburan Sekolah

Ngaso.....

Di dalam gondola/kereta gantung

Rumah kami :

Taman Raya Blok i 5 No. 10

Mangunjaya - Tambun Selatan - Bekasi



Selasa, 09 September 2008

** Kami Juaraaaaa !! **

(----Berita Telat Agustus-an----)
Pertandingan bola lapangan gede Agustus-an tahun ini ndak dipertandingkan, alasannya tiga tahun berturut-turut jadi biang keributan antar RT. Taon lalu (2007-red) RT 10, RT-ku memang sudah ngga ngikutin cabang ini. Bukan karena takut ribut -dari tahun ke tahun kalo aku perhatiin tim RT-kulah yang aku nilai paling fair play- tapi karena susahnya ngumpulin orang/pemain saat hari H pertandingan. Yang hobby dan bisa main bola banyak sebetulnya, cukuplah satu tim -11 plus cadangan- tapi ya itu masalahnya saat jadwalnya main nyari 5 orang saja susahnya minta ampun...
Nah... tahun ini nih bola lapangan gede kaga' ada yang ada futsal. Kebeneran nih, aku hitung-hitung ada barang 5 orang lebih pemain....under 18 lagi... : Umbu, Ari, Novry, Eko, Yono (tukang jahit), cadangan : Madon (adiknya Eko), Fikri, Ryan, yang senior (+30) Audy, Agus...... Aku sendiri posisi kiper.
Babak penyisihan empat kali main :
  1. Pertandingan pertama lawan RT 01 seri 0-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol tapi hasilnya nihil......
  2. Pertandingan kedua kontra RT 02 menang 2-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol yang kesampaian 2 gol.
  3. Pertandingan ketiga lawan RT 05 (tim kuat favorit juara kata penonton) seri 0-0. Memang imbang sama-sama punya peluang bikin gol. Dua peluang yang paling bersih dari tim lawan aku blok dengan gemilang.......
  4. Pertandingan keempat lawan RT 04. Tegang. Tiga tim masih punya kesempatan lolos penyisihan grup, paling besar peluang RT 05. Kami harus menang, seri berarti tidak lolos. RT 04 calon lawan sudah pasti masuk kotak, tapi mereka ngotot ingin menang karena dari tiga pertandingan sebelumnya mereka belum pernah menang. Sementara Aku pulang kampung bapak mertua sakit keras.......Syukur karena kemenangan ada di pihak kami 5-1. Kata anak-anak babak pertama ketinggalan 0-1. Baru pertengahan babak kedua gawang lawan hujan gol....

Jadilah kami runner-up grup, lawan berat menanti di semi final juara grup A: RT 08 yang bermaterikan pemain muda dan senior berimbang. Mereka adalah unggulan pertama menurut para pengamat bola di RW kami, juara 3 tahun berturut-turut cabang bola kaki. Tidak ada yang mengunggulkan kami, anak-anak RT 10... sampai warga RT 10 sekali pun ragu akan peluang kami lolos ke final. Sampai malam sebelum pertandingan pak RT nanya : "Bagaimana besok???....yaaa yang penting juara III sudah di tangan lah...." katanya pesimis

Dalam hati kujawab, "Yaaa juara III.... juara dong!!!" tapi yang keluar dari mulutku: "Lihat saja besok 'Te... Kalo teknik sih kagak kalah... malah kalo stamina kita menang dikit kali, cuma kalo mental bertanding kayaknya yang harus di benahin. Tapi tenang besok pasti saya motivasi mereka..."

Bener juga kami bisa lolos, menang 2-0. Peluang gol banyak di pihak lawan, apalagi babak kedua, tapi semua mentah di tangan dan kakiku (hahahahaha....) semua tim yang ikut nonton ngga percaya kami menang.

Saat final mental kami sudah di atas angin. Memang RT 07 -lawan kami- juga tidak dapat dipandang enteng. Cuma karena tekanan di fase semi final yang berhasil kami lewati membuat kami merasa di atas lawan. RT 07 bermaterikan anak-anak muda, teknik dan staminanya bagus ditambah lumayan cerdik bin licik (tricky) suka diving dan curang kalo dalam posisi ketinggalan/terdesak. Justru hal terakhir inilah yang coba aku manfaatkan.

Benar juga. Pertandingan final menjadi pertandingan terberat diantara pertandingan-pertandingan sebelumnya. Teknik, stamina, emosi semua terkuras. Sebelum pertandingan saya bilang ke anak-anak, "Pancing mereka main cepat dan bola-bola kejut !!". Menit ke-2 gol sudah tercipta, tendangan keras jarak jauh mas Yono dari rusuk kanan luar pertahanan lawan. Sayang dianulir wasit setelah mendapat protes dari tim lawan karena dianggap 'cuma' kena mistar gawang. Padahal semua penonton bilang bola masuk kena jaring sebelah atas trus mental keluar. Aku bilang nggak papa terusin..... Dalam hati kubilang lawan mulai terpancing nih.

Permainan kami yang cepat dengan bola-bola kejut membuat lawan banyak membuat tekel keras dan main kotor. Hingga saat pertengahan babak pertama kami dapat hadiah pinalty karena akumulasi pelanggaran lawan sudah lima kali. Eksekusi Eko tembus. Dua menit kemudian gol tercipta lagi dari assist bola lemparan kiper disentuh dikit dengan kepala oleh Eko. Saat injury time gawangku kebobolan -untuk yang pertama kalinya selama turnamen berlangsung-.

Babak kedua dimulai, kedudukan 2-1, kami ditekan habis-habisan, dalam hati aku berkata, "Haahaha biar serang trus sampai habis, kedudukan tidak akan berubah...."

Akhirnya RT 10 jadi juga kampiun bola taun ini. Obat penawar kegagalan kami 3 tahun yang lalu saat dikalahkan adu pinalti di final bola lapangan gede oleh RT 08.......saat tendangan bebas setengah lapanganku dianulir wasit di babak pertama kala itu..............

Senin, 01 September 2008

Ramadan 1429 H

Senin 1 Ramadan 1429 H/1 September 2008 M -- 03.30 BBWI

Makan sahur hari pertama Ramadan tahun ini. Nabilah sudah dari malam Minggu tidak bisa tidur nyenyak. Kata Uminya, dia kepikiran terus, sudah ndak sabar mau makan sahur. Ramadan tahun lalu, waktu masih duduk di TK B, ada kali 15 hari lebih dia puasa beneran dari Subuh sampai Megrib.
Zaidan juga sudah bangun, dia cuma tidur-tiduran goler-goleran di karpet sambil nonton TV. Belum mudeng, sambil merhatiin kami makan, mungkin dalam pikirannya bertanya, "Nih orang pada ngapain malem-malem bangun tidur terus pada makan....ngigo kali yaaa ?? Tapi kalo ngigo, koq bareng-bareng...."

*************
>>> Sebelumnya......

Pulang dari sholat Maghrib di masjid, kami (Aku, Nabilah dan Zaidan) ngambil sate pesenan Umi. Tadi sore, sehabis hujan bada' Ashar, istriku muter-muter nyari lauk buat makan sahur besok pagi. Dua warung Padang deket rumah diketahui tutup, ayam goreng dan pecel lele Lamongan tutup juga, yang jualan cuma tukang sate. Itupun yang beli antrinya minta ampun.....banyak.

Sampai di rumah, istriku tanya, "Bi mau sholat Tarawih dimana abinya...?"
"Tau nih.... di rumah aja kali. Kalo sendirian sih pengennya di masjid tapi kalo anak-anak ikut, lelet....repot, takutnya nggak kebagian tempat yang enak. Biasanya Tarawih pertama kan jamaahnya sampai luber-luber sampai di halaman dan jalanan. Habis hujan lagi... becek !!!!" jawabku dari teras depan sambil ngopi dan ngisep Marlboro menthol ligth-ku.
Di jalanan depan rumah anak-anak besar-kecil ramai berbondong-bondong pergi ke masjid, sesekali satu dua orang anak lelaki menyulut petasan lalu melemparkannya ke rombongan anak perempuan, disusul jeritan dan tunggang langgangnya rombongan itu......

>>> Sholat Tarawih pertama kami gagal di masjid (Gara-gara Zaidan terlambat siap-siap)

Adzan panggilan sholat Isya sudah selesai dikumandangkan, saat Zaidan baru siap-siap : pipis, pake pampers dan celana panjang, pake acara bercanda lagi. Alhasil saat iqomah terdengar kami - Aku, Nabilah dan Zaidan (Umi tarawih di rumah katanya)- berboncengan motor, baru start dari rumah. Dari jauh sudah kelihatan shaf perempuan luber sampai halaman belakang masjid, motor kubelokkan ke jalanan samping masjid. Sayap kanan. Ternyata juga digunakan oleh ibu-ibu/perempuan. Mengitari jalanan depan masjid, kubelokkan ke kiri, jalanan di sayap kiri masjid penuh jamaah laki-laki, sementara suara Imam terdengar dari Toa sedang mengumandangkan bacaan surat : "Alam Nasrah laka sodrok.........", rakaat pertama sholat Isya. Di boncengan belakang Nabilah sudah ribut saja, "Bi koq cuma muter-muter doang!! ayo turun...."
Zaidan yang mbonceng di depan, ketawa-tawa kesenengan karena aku naik motor dengan terburu, berbelok-belok.....dasar anak-anak.......
Pertanyaan Nabilah kujawab sambil memutar balik kendaraan, "Kak...nggak kebagian tempat kak...pulang saja, kita Terawih di rumah....."