Senin, 30 November 2009

Cluster BALI

JULI 2009

Mendarat di Ngurah Rai: isu mulai merebaknya H1N1 alias flu babi.....sebagian pake masker, sebagian tidak, sementara yang pake juga ngga pe-de (hahahaha....)


Tanah Lot




Kuta, Pukul 06.00 pagi.....




Makan malam di Jimbaran

Rabu, 25 November 2009

SIDOARJO

JUNI 2009
Lumpur anget! lumpur anget! (wisata lumpur Sidoarjo)
Belok kiri mas!....
Armada "ojek" menjajakan jasa berkeliling menyusuri tanggul bendungan lumpur. Ada juga orang-orang yang menawarkan VCD, berkisah awal terjadinya kubangan lumpur panas di wilayah tempat tinggal mereka ini. Buntutnya, saat kita menolak tawaran mereka, sambil ngeloyor pergi orang-orang itu nyeletuk: "...tegone Mas...Mas wong lagi kesusahan kok mbok dadikno tontonan....."
Dalam hati : "...Bener juga sih, celetukan tu orang...."
Kontingen EMIS..... Ramai orang berwisata di tanggul lumpur Kec. Tanggulangin - Sidoarjo

Dari lokasi lumpur panas, perjalanan diteruskan mengunjungi sentra kerajinan kulit Tanggulangin.
Mau belanja tas, sepatu, sendal, sabuk, jaket, topi dan pernak-pernik lainnya.....semuanya kulit....kulit domba, kulit sapi dan lain-lain kulit lah pokoknya?!?! Disinilah tempatnya!!!


Ke Madura.......



gerbang Suramadu dari arah Soerabaia.....nha klo yang bawah dari arah Madura.....


....disuruh pelan, malah berhenti.....rusuh!! (wisata jembatan Suramadu)

Rawon setan.......
Lokasi di depan JW Marriot Surabaya - Jalan Embong Malang.
Buka sampai pukul 21.00 saja, setelah itu warung tutup, kemudian di depan warung tersebut - diemperan pedestrian, dengan tenda - buka juga warung rawon setan yang lain.....setan!!!!

Kalo urusan oleh-oleh, Sidoarjo punya berbagai macam krupuk ikan/udang, rengginang berbagai rasa, terasi udang, petis, bandeng dll. Lokasinya di sepanjang Jl. Mojopahit....

CHE-MARANK

Juli 2009

Kendal kaline wungu
ajar kenal karo aku.
Semarang kaline banjir
jo sumelang yen dipikir....



Alu-alun Kota Semarang dari atas Horison-Simpang lima: coklat-kuning meranggas-rengas....sedang panas-panasnya musim kemarau....(bulan Juli coy...)

KULINER DI SEPUTAR SIMPANG LIMA:
Tahu Petis adalah.....
Tahu pong (kulit) khas Semarang digoreng kering, dibeleh (dibelah) trus diisi hitamnya petis, makannya sambil nyigit (menggigit) cengis (cabe rawit)......klo' yang baru pertama makan kaya'nya aneh rasanya....

Tahu Gimbal:
Macam kethoprak-nya Jakarta atau tahu gejrot-e Pasar Ceremai Purwokerto atau gecot-e wong Purbalingga.....plus dadar telur yang bentuknya kriwil-kriwil, mirip rambut gimbal.....(enek-enek wae dab!!)


Gudeg (bukan Jogja)


Pecel-e Yu Sri:


Beli oleh-oleh dulu sebelum pulang (mumpung duit honor sudah dibagi....) di Jl. Pandanaran:
Bandeng presto berbagai olahan (biasa, asap, otak-otak...), enting-enting gepuk, moci, wingko babat berbagai rasa (coklat, duren, nangka...)

Antri check-in di "A. Yani":.....pulang!!!.... et dah! bagasinya pul jajanan.......

Kamis, 19 November 2009

SIDIMPUAN...........


Perjalanan kali ini adalah dalam rangka tugas memantau proses jalannya ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk formasi tenaga pengajar/dosen di STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Padang Sidimpuan Sumatera Utara.
Berdasar saran dari seorang kawan di STAIN Padang Sidimpuan yang kutelpon sehari sebelum keberangkatan, kuputuskan berangkat dengan penerbangan via Padang Sumatera Barat. Menurut kupunya kawan, perjalanan darat ke Padang Sidimpuan relatif lebih aman dan cepat bila ditempuh dari Padang dibanding bila ditempuh dari Medan.

Rute Padang-Sidimpuan kurang lebih adalah sbb:
Padang-Padang Pariaman - Padang Panjang - Bukittinggi - Lubuk Sikaping (Pasaman) - (masuk Sumatera Utara) Hutanopan (Mandailing Natal) - Padang Sidimpun

Jumat, 13 November 2009
Selamat Datang di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) Padang - Sumatera Barat
Diresmikan pada 25 Agustus 2005

Sisa-sisa gempa 7,6 SR yang meluluh lantakkan Kota Padang dan sekitarnya 30 September lalu, dapat dilihat pada kerusakan plafon ruang tunggu keberangkatan yang mengalami retak-retak dan rontok.

Perjalanan menuju Padang Sidimpuan dilanjutkan melalui darat dengan mengendarai "taxi"



"TKB - Taxi Kita Bersama"
Anda membutuhkan jasanya?? Kalo dari Padang ini nomor telponnya:
(0751)7897245 atau 081374550175 atas nama Ucok......

Mitsubishi L300 tahun perakitan 2005 menjadi armada andalan, terparkir manis menunggu sang sopir yang masih tertidur pulas di Lapo si Ucok - Agen Taxi TKB.
Fasilitas AC dan full musik. Namun jangan gondok, saat perjalanan dimulai sampai tiba di tempat tujuan, si Sopir tak sekalipun menghidupkan itu AC. Nah kalo musik...jangan tanya deh...super kenceng, berdentam dari subwoofer merk "apaaja"... dari awal sampai akhir......



Menunggu di lapo agen taxi ke Padang Sidempuan:
pff!!.....landing di BIM (Bandara Int' Minangkabau) pukul 11.55, nunggu taxi berangkat pukul 18.00.... Perjalanan Padang - Padang Sidempuan tak terdokumentasi, jalanan gelap tambah lagi hujan lebat dari bada' Ashar. Macet 3 jam di Padang Pariaman, sebuah truk tronton terperosok di lokasi jalan rusak bekas tanah longsor gempa Padang September kemarin....hanya satu sisi jalan yang bisa dilewati.....jalan satu-satu.....

Alhasil perjalanan yang menurut informasi awal dapat ditempuh sekitar 8-9 jam, molor menjadi 12 jam.....berangkat dari Padang 18.00 tiba di Sidimpuan pukul 06.00.

PADANG SIDIMPUAN

Kota Padang Sidimpuan merupakan salah satu wilayah pemekaran dari Kabupaten Tapsel (Tapanuli Selatan). Tapsel mengalami pemekaran menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu:
  1. Kabupaten Tapanuli Selatan dengan ibukota Sipirok terdiri atas 11 Kecamatan
  2. Kabupaten Padang Lawas Utara dengan Ibukota Gunung Tua terdiri atas 8 Kecamatan
  3. Kabupaten Padang Lawas dengan ibukota Sibuhuan terdiri atas 9 Kecamatan
  4. Kabupaten Mandailing Natal dengan ibukota Panyabungan terdiri atas 23 Kecamatan
  5. Kota Padang Sidimpuan dengan ibukota Padang Sidimpuan Kota terdiri atas 6 Kecamatan

Kantor Walikota Padang Sidimpuan Sumatera Utara
Becak Sidimpuan - Scooter (Vespa) dengan sespan disampingnya untuk sang penumpang

Sejurus keramaian di pusat kota.....

UJIAN CPNS DI STAIN......

Ujian diawali oleh laporan ketua panitia ujian penerimaan CPNS STAIN Padang Sidimpuan tahun anggaran 2009 - Pembantu Ketua I, H. Ibrahim Siregar, M.CI

Pengarahan oleh Ketua STAIN Prof. DR. Baharuddin Hasibuan, M.Ag

Jalannya ujian

Jumlah pendaftar yang lolos seleksi administrasi sejumlah 36 orang: 31 orang peserta teknis analis jabatan, 4 orang peserta calon dosen Bahasa Inggris 1 orang peserta calon dosen Matematika

Pembakaran soal dan lembar jawaban ujian yang tidak terpakai/sisa - seusai ujian selesai- oleh panitia disaksikan oleh Ketua STAIN

Penandatangan Berita Acara Ujian oleh Petugas Pengawas Ujian dari Biro Kepegawaian Departemen Agama

PERJALANAN PULANG

Kembali perjalanan darat menggunakan taxi dimulai. Sedari siang mendung tebal menggantang di langit kota yang dikelilingi perbukitan ini. Kata orang-orang di kedai kopi: "Macam mau datang badai saja rupanya ni....."

Start dari Hotel Lancar di bilangan Sihitang - Sidimpuan pukul 21.05, diiringi hujan lebat sedari sore pukul 16.00. Duduk di barisan depan, sejajar sopir di sebelah jendela. Seorang penumpang kurus setengah baya terbatuk-batuk duduk kaku di antara aku dan si Lay - sopir taxi.

Selepas kota, jalur perbukitan yang gelap berkelok-kelok menyergap rasa miris. Kulirik si Lay di keremangan kabin....tenang tak ada keraguan... speedometer bermain antara 60-80 km/jam. Pedal di-bejek dan Surya 16 diisap tenang dan dalam. Antara pancalan kaki dan tarikan isapan sama dalamnya. Lagu dari Pance Pondaag mendayu-dayu dari subwoofer dengan volume pol...kontras dengan suasana di luar yang gelap gulita sementara wiper di depan mukaku menyapu-nyapu dengan sebat.

Kekhawatiranku sejak sebelum berangkat sore tadi mengejawantah: di beberapa ruas jalan Muara Sipongi-Madina yang berbukit dan berkelok-kelok longsor dimana-mana. Tebing bukit di kanan dan jurang menganga di kiri. Setengah jalan, 3/4 jalan bahkan seluruh jalan, hingga memaksa si Lay mengarahkan kendaraannya di bahu jalan yang berbatasan dengan jurang. Di beberapa lokasi longsor - tidak seluruhnya - kami temui sekelompok warga meronda memberi tanda dan mengutip recehan dari sang sopir.

Ada juga bulldoser mini standby di satu titik, diparkir begitu saja di pinggir jalan - maksudnya siap dioperasikan setiap saat. Tak tau dimana operatornya.

Lepas dari jebakan tanah longsor, kami tiba di kota kecamatan Hutanopan - Madina, sekitar pukul 23.30 istirahat pertama.

Hanya ini yang terdokumentasi dari perjalanan pulang, tempat istirahat pertama: Hutanopan - Madina (Mandailing Natal)...


Setelah istirahat di Hutanopan yang aku ingat adalah perjalanan dilanjutkan melewati Pasaman-Lubuk Sikaping-lalu tertidur.....bangun....tertidur lagi dan tiba-tiba: Bandara! bandara!......kutengok arloji: Busyet 05.15 !! 8.5 jam Sidimpuan-Padang.......

Da...dah...! take-off meninggalkan Ranah Minang.......kembali ke Jawadwipa.....

MANOKWARI

18-21 Oktober 2009

Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Apuse kokon dao
Yarabe soren doreri
Wuf lenso bani nema baki pase
Arafabye aswarakwar
Arafabye aswarakwar
Teluk Doreri
Rencana awal adalah menginap di Hotel Mutiara di Jl. Yos Sudarso, ternyata su rata deng tanah akibat gempa 7,6 SR Januari lalu....setelah putar-putar cari-cari, kerna beberapa penginapan yang ada su pinuh, akhirnya dapat di Fajar Room Hotel itupun yang ada lantai tiga. Kata torang punya kawan: "Mudah-mudahan tarada gempa 4 hari ke depan...."
Dari balkon kamar Fajar Room Hotel - Jl. Trikota - Manokwari
Terlihat Masjid Jami' Kampung Makassar


PonPes....

Selamat Datang di Pantai Bakaro-Papua Barat

Pasir Putih-nya Pantai Bakaro - Manokwari

Kasubag Perencanaan - Onnie Wongkaren, SE

Minahasa kelahiran Jayapura.....

Mahasiswi UNIPA-Universitas Papua sedang kongkow di lingkungan kampus

Di latar belakang adalah Kota Manokwari menjelang maghrib


Mansinan Resort....

Teluk Doreri dengan Pulau Mansinam-nya

Hari ke-2, bangun pagi-pagi, setelah sholat Subuh lari pagi menyusuri jalan-jalan kecil di belakang hotel, Kampung Jawa, yang sedang menggeliat bangun. Suara mesin serut ampas kelapa terdengar sayup-sayup, sementara pedagang sayur kelilingan sibuk menyusun dagangan di gerobak dorong sembari menunggu antrian kelapa selesai diserut. Suku Jawa. Jawa Timuran sepertinya. Dari bahasa yang digunakan dalam percakapan mereka. Terus ke barat: Bengkel "Suroboyo" tergantung dengan triplek seadanya. Ke barat ketemu jalan besar belok kiri: Pasar Wosi....Masih sepi, diujung selatan, sebelum jembatan di tepi muara terdapat antrian, rupanya tempat penggilingan bakso.

Manokwari dan Teluk Doreri pkl 06.00 (pagi) - Diambil dari pinggiran Pasar Wosi

Selain kambing dan anjing, lebih banyak lagi b2, berkeliaran mengais makanan di pinggiran jalan (Lokasi Pasar Wosi Manokwari)