- Pertandingan pertama lawan RT 01 seri 0-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol tapi hasilnya nihil......
- Pertandingan kedua kontra RT 02 menang 2-0. Menguasai pertandingan, banyak peluang bikin gol yang kesampaian 2 gol.
- Pertandingan ketiga lawan RT 05 (tim kuat favorit juara kata penonton) seri 0-0. Memang imbang sama-sama punya peluang bikin gol. Dua peluang yang paling bersih dari tim lawan aku blok dengan gemilang.......
- Pertandingan keempat lawan RT 04. Tegang. Tiga tim masih punya kesempatan lolos penyisihan grup, paling besar peluang RT 05. Kami harus menang, seri berarti tidak lolos. RT 04 calon lawan sudah pasti masuk kotak, tapi mereka ngotot ingin menang karena dari tiga pertandingan sebelumnya mereka belum pernah menang. Sementara Aku pulang kampung bapak mertua sakit keras.......Syukur karena kemenangan ada di pihak kami 5-1. Kata anak-anak babak pertama ketinggalan 0-1. Baru pertengahan babak kedua gawang lawan hujan gol....
Jadilah kami runner-up grup, lawan berat menanti di semi final juara grup A: RT 08 yang bermaterikan pemain muda dan senior berimbang. Mereka adalah unggulan pertama menurut para pengamat bola di RW kami, juara 3 tahun berturut-turut cabang bola kaki. Tidak ada yang mengunggulkan kami, anak-anak RT 10... sampai warga RT 10 sekali pun ragu akan peluang kami lolos ke final. Sampai malam sebelum pertandingan pak RT nanya : "Bagaimana besok???....yaaa yang penting juara III sudah di tangan lah...." katanya pesimis
Dalam hati kujawab, "Yaaa juara III.... juara dong!!!" tapi yang keluar dari mulutku: "Lihat saja besok 'Te... Kalo teknik sih kagak kalah... malah kalo stamina kita menang dikit kali, cuma kalo mental bertanding kayaknya yang harus di benahin. Tapi tenang besok pasti saya motivasi mereka..."
Bener juga kami bisa lolos, menang 2-0. Peluang gol banyak di pihak lawan, apalagi babak kedua, tapi semua mentah di tangan dan kakiku (hahahahaha....) semua tim yang ikut nonton ngga percaya kami menang.
Saat final mental kami sudah di atas angin. Memang RT 07 -lawan kami- juga tidak dapat dipandang enteng. Cuma karena tekanan di fase semi final yang berhasil kami lewati membuat kami merasa di atas lawan. RT 07 bermaterikan anak-anak muda, teknik dan staminanya bagus ditambah lumayan cerdik bin licik (tricky) suka diving dan curang kalo dalam posisi ketinggalan/terdesak. Justru hal terakhir inilah yang coba aku manfaatkan.
Benar juga. Pertandingan final menjadi pertandingan terberat diantara pertandingan-pertandingan sebelumnya. Teknik, stamina, emosi semua terkuras. Sebelum pertandingan saya bilang ke anak-anak, "Pancing mereka main cepat dan bola-bola kejut !!". Menit ke-2 gol sudah tercipta, tendangan keras jarak jauh mas Yono dari rusuk kanan luar pertahanan lawan. Sayang dianulir wasit setelah mendapat protes dari tim lawan karena dianggap 'cuma' kena mistar gawang. Padahal semua penonton bilang bola masuk kena jaring sebelah atas trus mental keluar. Aku bilang nggak papa terusin..... Dalam hati kubilang lawan mulai terpancing nih.
Permainan kami yang cepat dengan bola-bola kejut membuat lawan banyak membuat tekel keras dan main kotor. Hingga saat pertengahan babak pertama kami dapat hadiah pinalty karena akumulasi pelanggaran lawan sudah lima kali. Eksekusi Eko tembus. Dua menit kemudian gol tercipta lagi dari assist bola lemparan kiper disentuh dikit dengan kepala oleh Eko. Saat injury time gawangku kebobolan -untuk yang pertama kalinya selama turnamen berlangsung-.
Babak kedua dimulai, kedudukan 2-1, kami ditekan habis-habisan, dalam hati aku berkata, "Haahaha biar serang trus sampai habis, kedudukan tidak akan berubah...."
Akhirnya RT 10 jadi juga kampiun bola taun ini. Obat penawar kegagalan kami 3 tahun yang lalu saat dikalahkan adu pinalti di final bola lapangan gede oleh RT 08.......saat tendangan bebas setengah lapanganku dianulir wasit di babak pertama kala itu..............

Tidak ada komentar:
Posting Komentar