Kamis, 19 November 2009

SIDIMPUAN...........


Perjalanan kali ini adalah dalam rangka tugas memantau proses jalannya ujian penerimaan calon pegawai negeri sipil untuk formasi tenaga pengajar/dosen di STAIN (Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri) Padang Sidimpuan Sumatera Utara.
Berdasar saran dari seorang kawan di STAIN Padang Sidimpuan yang kutelpon sehari sebelum keberangkatan, kuputuskan berangkat dengan penerbangan via Padang Sumatera Barat. Menurut kupunya kawan, perjalanan darat ke Padang Sidimpuan relatif lebih aman dan cepat bila ditempuh dari Padang dibanding bila ditempuh dari Medan.

Rute Padang-Sidimpuan kurang lebih adalah sbb:
Padang-Padang Pariaman - Padang Panjang - Bukittinggi - Lubuk Sikaping (Pasaman) - (masuk Sumatera Utara) Hutanopan (Mandailing Natal) - Padang Sidimpun

Jumat, 13 November 2009
Selamat Datang di BIM (Bandara Internasional Minangkabau) Padang - Sumatera Barat
Diresmikan pada 25 Agustus 2005

Sisa-sisa gempa 7,6 SR yang meluluh lantakkan Kota Padang dan sekitarnya 30 September lalu, dapat dilihat pada kerusakan plafon ruang tunggu keberangkatan yang mengalami retak-retak dan rontok.

Perjalanan menuju Padang Sidimpuan dilanjutkan melalui darat dengan mengendarai "taxi"



"TKB - Taxi Kita Bersama"
Anda membutuhkan jasanya?? Kalo dari Padang ini nomor telponnya:
(0751)7897245 atau 081374550175 atas nama Ucok......

Mitsubishi L300 tahun perakitan 2005 menjadi armada andalan, terparkir manis menunggu sang sopir yang masih tertidur pulas di Lapo si Ucok - Agen Taxi TKB.
Fasilitas AC dan full musik. Namun jangan gondok, saat perjalanan dimulai sampai tiba di tempat tujuan, si Sopir tak sekalipun menghidupkan itu AC. Nah kalo musik...jangan tanya deh...super kenceng, berdentam dari subwoofer merk "apaaja"... dari awal sampai akhir......



Menunggu di lapo agen taxi ke Padang Sidempuan:
pff!!.....landing di BIM (Bandara Int' Minangkabau) pukul 11.55, nunggu taxi berangkat pukul 18.00.... Perjalanan Padang - Padang Sidempuan tak terdokumentasi, jalanan gelap tambah lagi hujan lebat dari bada' Ashar. Macet 3 jam di Padang Pariaman, sebuah truk tronton terperosok di lokasi jalan rusak bekas tanah longsor gempa Padang September kemarin....hanya satu sisi jalan yang bisa dilewati.....jalan satu-satu.....

Alhasil perjalanan yang menurut informasi awal dapat ditempuh sekitar 8-9 jam, molor menjadi 12 jam.....berangkat dari Padang 18.00 tiba di Sidimpuan pukul 06.00.

PADANG SIDIMPUAN

Kota Padang Sidimpuan merupakan salah satu wilayah pemekaran dari Kabupaten Tapsel (Tapanuli Selatan). Tapsel mengalami pemekaran menjadi 4 kabupaten dan 1 kota, yaitu:
  1. Kabupaten Tapanuli Selatan dengan ibukota Sipirok terdiri atas 11 Kecamatan
  2. Kabupaten Padang Lawas Utara dengan Ibukota Gunung Tua terdiri atas 8 Kecamatan
  3. Kabupaten Padang Lawas dengan ibukota Sibuhuan terdiri atas 9 Kecamatan
  4. Kabupaten Mandailing Natal dengan ibukota Panyabungan terdiri atas 23 Kecamatan
  5. Kota Padang Sidimpuan dengan ibukota Padang Sidimpuan Kota terdiri atas 6 Kecamatan

Kantor Walikota Padang Sidimpuan Sumatera Utara
Becak Sidimpuan - Scooter (Vespa) dengan sespan disampingnya untuk sang penumpang

Sejurus keramaian di pusat kota.....

UJIAN CPNS DI STAIN......

Ujian diawali oleh laporan ketua panitia ujian penerimaan CPNS STAIN Padang Sidimpuan tahun anggaran 2009 - Pembantu Ketua I, H. Ibrahim Siregar, M.CI

Pengarahan oleh Ketua STAIN Prof. DR. Baharuddin Hasibuan, M.Ag

Jalannya ujian

Jumlah pendaftar yang lolos seleksi administrasi sejumlah 36 orang: 31 orang peserta teknis analis jabatan, 4 orang peserta calon dosen Bahasa Inggris 1 orang peserta calon dosen Matematika

Pembakaran soal dan lembar jawaban ujian yang tidak terpakai/sisa - seusai ujian selesai- oleh panitia disaksikan oleh Ketua STAIN

Penandatangan Berita Acara Ujian oleh Petugas Pengawas Ujian dari Biro Kepegawaian Departemen Agama

PERJALANAN PULANG

Kembali perjalanan darat menggunakan taxi dimulai. Sedari siang mendung tebal menggantang di langit kota yang dikelilingi perbukitan ini. Kata orang-orang di kedai kopi: "Macam mau datang badai saja rupanya ni....."

Start dari Hotel Lancar di bilangan Sihitang - Sidimpuan pukul 21.05, diiringi hujan lebat sedari sore pukul 16.00. Duduk di barisan depan, sejajar sopir di sebelah jendela. Seorang penumpang kurus setengah baya terbatuk-batuk duduk kaku di antara aku dan si Lay - sopir taxi.

Selepas kota, jalur perbukitan yang gelap berkelok-kelok menyergap rasa miris. Kulirik si Lay di keremangan kabin....tenang tak ada keraguan... speedometer bermain antara 60-80 km/jam. Pedal di-bejek dan Surya 16 diisap tenang dan dalam. Antara pancalan kaki dan tarikan isapan sama dalamnya. Lagu dari Pance Pondaag mendayu-dayu dari subwoofer dengan volume pol...kontras dengan suasana di luar yang gelap gulita sementara wiper di depan mukaku menyapu-nyapu dengan sebat.

Kekhawatiranku sejak sebelum berangkat sore tadi mengejawantah: di beberapa ruas jalan Muara Sipongi-Madina yang berbukit dan berkelok-kelok longsor dimana-mana. Tebing bukit di kanan dan jurang menganga di kiri. Setengah jalan, 3/4 jalan bahkan seluruh jalan, hingga memaksa si Lay mengarahkan kendaraannya di bahu jalan yang berbatasan dengan jurang. Di beberapa lokasi longsor - tidak seluruhnya - kami temui sekelompok warga meronda memberi tanda dan mengutip recehan dari sang sopir.

Ada juga bulldoser mini standby di satu titik, diparkir begitu saja di pinggir jalan - maksudnya siap dioperasikan setiap saat. Tak tau dimana operatornya.

Lepas dari jebakan tanah longsor, kami tiba di kota kecamatan Hutanopan - Madina, sekitar pukul 23.30 istirahat pertama.

Hanya ini yang terdokumentasi dari perjalanan pulang, tempat istirahat pertama: Hutanopan - Madina (Mandailing Natal)...


Setelah istirahat di Hutanopan yang aku ingat adalah perjalanan dilanjutkan melewati Pasaman-Lubuk Sikaping-lalu tertidur.....bangun....tertidur lagi dan tiba-tiba: Bandara! bandara!......kutengok arloji: Busyet 05.15 !! 8.5 jam Sidimpuan-Padang.......

Da...dah...! take-off meninggalkan Ranah Minang.......kembali ke Jawadwipa.....

Tidak ada komentar: