Selasa, 06 Mei 2008

28 - 30 April 2008 - "Ambon Manise......."(1)

Tambun, 28 April 2008. Pagi buta coy!! dari rumah pukul 03.00 WIB dianter Agus "Kentus" pake motor dari rumah ke pangkalan DAMRI Bekasi di Giant. Bus jalan kira-kira pukul 03.45-an. Sampe SukHat-Cengkareng 04.45, Batavia di 1B, cek in di-counter tujuan Surabaya-Ambon, masuk terminal, sholat Subuh, duduk asem (karena lupa nyuruh istri nyiapin sarapan semalem), nunggu boarding pukul 06.00 WIB. Duduk menunggu sambil berpikir, "Kira-kira dapat makan ngga nih di pesawat..!?" Soalnya kalo dilihat di tiket kan berangkat pukul 06.00 WIB sampe di Ambon pukul 12.30 WIT. Ya... kira-kira 4-5 jam penerbangan (perbedaan waktu 2 jam - barat dengan timur). "Masa sih ngga dapat makan nasi.......", batin saya memelas.

***************

Soekarno-Hatta (Jakarta) - Juanda (Surabaya), kurang lebih satu jam penerbangan, dapet cake sama aqua gelas. Banyakin tidur di atas tadi, bangun cuma pas dapat roti, makan, tidur lagi. Setelah kurang lebih 20 menit turun naik penumpang & bongkar muat bagasi, trus terbang lagi.......wiiiiiiii pagi yang cerah

***************

Juanda (Surabaya) - Pattimura (Ambon). 12.30 WIT. Tadi dapet roti sama aqua lagi.........
Setelah tilpan-tilpun sebentar dengan Pak Kabid Mapenda Maluku (Feisal Musaat), kalo-kalo ada yang jemput, tunggu sebentar, 15 menitan kale, ternyata yang jemput Zen dengan Pak Raden (driver).
"Assalamualaikum....bagaimana kabar ?" sapa Zen akrab, "Sudah makan belum...?"
Sudah paham dia, kalo penerbangan jam segini dari Jakarta pasti pagi-pagi tadi belum sempat sarapan.
Nasi putih, kakap kuah asem pedas plus segelas teh manis di warung sebrang bandara dalam sekejap masuk perut. Sebatang rokok LA menthol habis dihisap.

"Berapa menit bandara ke kantor pak ?" tanyaku
"Eee...sekitar 45 menit......jauh ini pak, soalnya mengitari teluk Ambon, kalo pake ferry bisa lebih dekat dan cepat, tapi ini lewat darat saja pak..."
Air Teluk Ambon terlihat beriak tenang, khas gelombang di perairan teluk. Biru tuanya mencerminkan kedalamannya.
"Lautnya dalam disini pak", kata Pak Raden tiba-tiba, seperti membaca pikiranku "Makanya kapal-kapal besar bisa masuk dan sandar sampai di dermaga yang letaknya di dalam teluk"

Memang aku juga pernah membaca sebuah kisah tentang terkaget-kagetnya orang di pasar Ambon (yang memang berada di tepi teluk Ambon) pada suatu pagi yang cerah, ketika tiba-tiba sebuah benda muncul di permukaan perairan teluk Ambon yang ternyata sebuah kapal selam. Kaget yang berubah menjadi rasa bangga saat mengetahui kapal selam tersebut adalah milik TNI AL, tentara lautnya republik ini.......


= Setelah pagi-pagi Kota Ambon diguyur hujan, mendung masih nampak menggelayut =
Foto di ambil dari dermaga ferry Kota Ambon Rabu 30 April 2008 11.30 WIT
Bangunan tingkat dengan atap merah adalah Kampus Univ. Pattimura (Unpatti)


Dari atas ferry, bareng anak-anak mahasiswa yang berangkat kuliah

......Kota Ambon aman, ngopi & ngobrol di tukang nasi kuning di samping Masjid Al Fattah sampe pagi ..............bersambung......

Tidak ada komentar: